by

Kepsek SMA PGRI 2 Marga Tiga Memotong Dana Bantuan PIP Sebesar 800 Ribu Persiswa

MNN] Lampung – Lampung Timur. pemerintah sangat memperhatikan pendidikan anak Bangsa oleh karena itu Pemerintah banyak mengucurkan Dana atau program untuk menunjang dan membantu anak bangsa bagi orang tua nya yang tidak mampu agar anak bangsa yang akan di jadikan sebagai generasi penerus untuk NKRI bisa mendapatkan pendidikan yang layak, salah satunya adalah PIP (program Indonesia Pintar) program ini langsung bersentuhan dengan Siswa dan di masuk kan langsung ke Rekening Siswa yang mendapat bantuan dari program tersebut.

Namun bantuan tersebut di mempaat kan oleh oknum kepala sekolah untuk mengambil ke untungan, seperti yang terjadi di SMA PGRI 2 Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung, persiswa mendapatkan Dana Batuan Program PIP sebesar Rp 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah) per siswa Namun oknum Kepala Sekolah tersebut Memotong uang Bantuan PIP itu sebesar Rp 800.000,- (Delapan Ratus Ribu Rupiah) per Siswa sehingga siswa hanya mendapatkan 200 ribu dari bantuan PIP tersebut, dengan cara, Siswa yang mendapat bantuan PIP yang berjumlah 100 orang tersebut di minta oleh pihak Sekolah agar menandatanganiq surat Kuasa atas Nama Kepala Sekolah yang sudah di siapkan oleh pihak sekolah, untuk pengambilan batuan tersebut ke Bank yang sudah di tunjuk pemerintah untuk penyaluran bantuan Program PIP tersebut.

Menurut keterangan salah satu siswa yang mewakili teman-temannya dan namanya di mintak agar di rahasiakan saat di wawancara di luar lokasi Sekolah Tanggal 20 Januari 2024 yang lalu mengatakan” awal nya kami mendapat pemberitahuan dari pihak sekolah bahwa kami yang berjumlah 100 orang ini mendapatkan bantuan dari program PIP kemudian kami di suruh menandatangi Surat kuasa untuk pengambilan uang bantuan itu ke bank atas nama kepala sekolah, karena kami tidak tau aturan dari pengambilan uang itu ke bang sehingga kami ikuti kemauan pihak sekolah dan menandatangani surat kuasa tersebut” terangnya.

Dan pada bulan Januari kami yang mendapatkan bantuan itu di panggil oleh pihak sekolah tambahnya, lalu kami di beri oleh pihak sekolah uang sebesar Rp 200 ribu, setelah itu ada yang bertanya kok cuma dapat 200 ribu bukan nya kami mendapat bantuan itu sebesar 1 Juta namun kepala sekolah menjawab sisanya untuk keperluan sekolah” tutupnya.

Kemudian saat di konfirmasi Sukendar selaku Kepala Sekolah SMA PGRI 2 Marga Tiga oleh media ini di ruang kerjanya pada hari Sabtu tanggal 27 Januari 2024 yang lalu mengatakan” iya benar pak ada pemotongan itu, tapi kenapa Bapak tidak menanyakan keperluannya untuk apa, Kalau begitu saya akan menjelaskan keperluannya untuk apa, uang itu untuk melunasi uang Komite mereka yang belum lunas kemudian untuk jajan mereka di Sekolah, dan pengambilan itu sudah di setujui siswa karena mengingat kalau siswa yang mengambil sendiri banyak biaya yang harus di keluarkan, untuk ongkos mobil lah karena kalau ngambilnya bersamaan otimatis kita nyewa bis, belum lagi uang makannya siswa itu sendiri, karena semua itu harus di tanggung oleh siswa masa pihak sekolah yang harus menanggungnya, makanya saya berinsiatif untuk mengambilnya sendiri dan Bapak juga tidak bisa memberitakan hal ini tanpa izin dari saya” terang Sukendar. (Herwandi)

50 459 total views, 50 3 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed