MNN] Lampung – Lampung Timur, Bantuan Sosial (BANSOS) berupa Pembangunan Tersier atau Siring Cacing dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun 2026 Jenis Pekerjaan Peningkatan Daerah Irigasi Mata Air, Way Kali Duren Waway Karya, yang terletak di Desa Karya Basuki Kec. Waway Karya Kab. Lampung Timur Prov. Lampung, dengan Pelaksana P3A Tirta Jaya yang di Ketuai oleh Joni senilai RP 195.000.000,- ( Seratus Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah) bersumber dari Anggaran APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) Tahun 2026 diduga kuat Sarat Dengan Korupsi,

“Pasalnya” dalam pengerjaan mulai dari pencetakan keping semen berupa keping semen cor yang berukuran lebar kurang lebih 40cm × 79cm dan tebal 5cm, di kerjakan asal-asalan, sesuai fakta di lokasi kepingan semen cor tersebut sangatlah rapuh hanya dengan di remas dengan kepalan tanga langsung remuk seperti kerupuk, kemudian dalam pemasangan kepingan semen cor tersebut kepingan yang sudah pecah jadi 4 dan pecah seribu masih di pasang,
Hasil investigasi wartawan media MNN di lokasi pada Hari kamis tanggal 6 Agustus 2026 kemarin, bahan matrial yang sudah di cetak dalam bentuk kota persegi tersebut tidak akan bertahan lama sebab kepingan cor tersebut sangat rapuh lebih rapuh dari kerupuk jangan kan terinjak di senggol pun sudah buyar bahkan di remas pakai tangan pun hancur menjadi tepung, setalah di tanya dengan para pekerja alasannya pasir nya jelek pak..jika memang pasir tersebut jelek kenapa masih di pakai, bukan kah di dalam RAB nya memakai bahan Matrial Terbaik tentunya harga di Dalam RAB (Rencana Anggaran Belanja) lebih tinggi dari Harga pasar jadi alasan pasir jelek tersebut tidak masuk akal,


Menurut keterangan salah satu Pekerja yang berinisial (SI) saat di wawancara Media ini di lokasi pada hari Kamis Tanggal 6 Agustus 2026 mengatakan” seluruh pekerja nya ada 15 orang dan adukan untuk pembuatan kepingan ini 1-2-3 Semen 1 zak, pasir 2 Arco dan split 3 Arco, kenapa bisa serapuh ini karena belum begitu kering pak dan juga pasir nya sangat jelek dia terlalu halus jadi seperti ini lah hasilnya, masalah yang sudah pecah itu tetap di pasang memang benar pak jadi yang pecah itu kami sambung lagi kemudian kami oleskan acian semen” terang nya,

Kemudian penjelasan Kepala Desa Karya Basuki Harno selaku pengawas pekerjaan tersebut pada Hari Kamis Tanggal 6 Agustus 2026 di kediamannya , awalnya Harno tidak mengakui kalau dirinya selaku Pengawas namun setelah di desak dengan Pertanyaan pertanyaan oleh media ini akhirnya beliau mengakui dan menjelaskan terkait pekerjaan Pembangunan Siring Cacing tersebut bahwa” saya ini hanya mengawasi dan saya belum pernah memeriksa secara mendetail kalau liat saya sudah liat sambil lewat kalau mau ke balai Desa, kalau tidak temui Joni aja pak karena saya memang tidak tahu menah terkait P3A itu, tapi kalau memang ada kepingan yang sudah pecah masih di pasang itu salah dan harus di ganti kalau masalah adukan nya kenapa bisa serapuh itu saya tidak tau berapa-berapanya adukan semen, pasir dan split nya, ini juga aspirasi dari Anggota Dewan pak maka nya Desa kami dapat, Aspirasi dari Pak Badrun Anggota Dewan dari Partai Nasdem” jelas Harno,
Sementara Joni selalu Ketua P3A yang bertanggung jawab dengan pengelolaan pekerjaan tersebut sangat susah untuk di temui di datangi ke Rumah nya tidak pernah ada di tlpn melalui whatsap tidak di Jawab, hingga berita ini di terbit kan belum ada penjelasan dari Joni terkait pekerjaan Siring Cacing tersebut yang di diduga kuat Sarat dengan Korupsi, (Red)
50 240 total views, 50 45 views today











Comment